Latest Stories

Bahasa Indonesia dalam Tataran Ilmiah
tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan, dan komunikasi lewat tulisan yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Contoh makalah, skripsi, tesis, disertasi.
contoh :
menyusun sebuah kamus yang benar-benar lengkap sehingga dapat disebut sebagai kamus lengkap memang sangat berat. selain dibutuhkan pikiran, tenaga, waktu, serta biaya yang hampir-hampir tidak dapat dibatasi, ada hal lain yang menjadi syarat kelengkapan itu.

Bahasa Indonesia dalam Tataran Semi Ilmiah
tulisan yang berisi informasi faktual, yang diungkapkan dengan bahasa semiformal, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah , Namun hal ini tidak mengurangi ciri kebakuannya.
Namun demikian ketepatan dalam pilihan dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat mempengaruhi dalam memahami makna gagasan..
Contoh :
Seratusan pedagang pasar tradisional kramatjati berunjuk rasa menolak keberadaan mall
Carrefour di kawasan dekat pasar tradisional, Alasannya keberadaannya mematikan omzet
Para pedagang menuding pemerintah daerah setempat telah mengkhianati pedagang tradisional dengan menerbitkan surat izin pengoperasian mall Carrefour Menurut para pedagang, jarak pasar tradisional dengan Carrefour kurang dari 20 meter, sehingga mengancam omset pedagang. Unjuk rasa ratusan pedagang tradisional ini mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan Satuan Keamanan. Akibat aksi ini lalu lintas di Jalan sekitar itu sempat macet total ( Liputan 6 SCTV )

Bahasa Indonesia dalam tataran non ilmiah
tulisan Bahasa Indonesia yang penulisannya tidak terikat pada ragam bahasa baku. Contoh dari penulisan non ilmiah adalah : anekdot
contoh anekdot :
Tips Interview Calon Karyawan
Anda sedang menyeleksi calon karyawan baru,ada segudang pertanyaan yang dapat diajukan
untuk mengetahui cara berfikir dan wawasan mereka. Salah satu contoh pertanyaan yang dapat diajukan untuk test bagi calon karyawan sebagai berikut.
Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan dikantornya.
Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon maka
diputuskan untuk memanggil mereka dan menanyakan 1 pertanyaan saja.
Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.
Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview.
Si Manager lalu mengajukan 1 pertanyaan:
setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?
Kandidat I menjawab,Pikiran Dia muncul begitu saja di dalam kepala,tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang.
Tiba-tiba saja dia sudah ada.Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu”.
Jawaban yang sangat bagus, sahut si Manager.Kalau menurut Anda,
tanyanya ke kandidat II.
Kejapan mata Datangnya tidak bisa diperkirakan,tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap.
Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya.Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan
sekejap mata’ untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi.Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras
Nyala lampu adalah yang tercepat yang saya ketahui, saya sering menyalakan saklar di dalam rumah
dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III.memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya, pujinya.
Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab,Sudah jelas bahwa yang
paling cepat itu adalah “ Diare ”
Apa???!!!” seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.
saya bisa menjelaskannya, kata si kandidat.Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet.Tapi sebelum saya sempat Berpikir mengejapkan mata,dan menyalakan lampu saya sudah berak di celana
Tentu saja kandidat terakhir yang diterima
Read More ...

Latest Stories

Pengertian
Menurut Anton M. Moeliono (dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia, 1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebaliknya, mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
Bahasa yang baik dan benar itu memiliki empat fungi :
(1) fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-batas kedaerahan;

(2) fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan dengan bangsa lain;

(3) fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan
(4) fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian bahasa.

Keempat fungsi bahasa yang baik dan benar itu bertalian erat dengan tiga macam batin penutur bahasa sebagai berikut :
(1) fungsinya sebagai pemersatu dan sebagai penanda kepribadian bangsa membangkitkan kesetiaan orang terhadap bahasa itu;
(2) fungsinya pembawa kewibawaan berkaitan dengan sikap kebangsaan orang karena mampu beragam bahasa itu; dan
(3) fungsi sebagai kerangka acuan berhubungan dengan kesadaran orang akan adanya aturan yang baku layak diatuhi agar ia jangan terkena sanksi sosial.

Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan, berbahasa Indonesia dengan baik dan benar adalah menggunakan bahasa Indonesia yang memenuhi norma baik dan benar bahasa Indonesia. Norma yang dimaksud adalah “ketentuan” bahasa Indonesia, misalnya tata bahasa, ejaan, kalimat, dsb.


 Contoh bahasa sebagai alat komunikasi berupa:
Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
- bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam)
- adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
- suara adzan untuk tanda segera melakukan sholat
- telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
- simbol rambu-rambu lalu lintas yang berada di jalan
- gambar peta yang menunjukkan jalan
- melambaikan tangan berarti untuk menyampaikan salam
Read More ...

Latest Stories

Pembangunan & Pertumbuhan

 
A.     Pembangunan & Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan ekonomi meliputi berbagai aspek perubahan dalam kegiatan ekonomi, taraf pembangunan ekonomi yang dicapai suatu Negara telah meningkat, tidak mudah untuk diukur secara kuantitatif.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi adalah kemampuan Negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi yang terus meningkat bagi penduduknya, pertumbuhan kemampuan ini berdasarkan pada kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideology yang dibutuhkannya.

Menurut saya, pembangunan ekonomi di Indonesia sudah ada, tapi dalam hal pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum bisa dikatakan baik. Karena dalam tahun-tahun ini pertumbuhan ekonomi berlangsung serentak dengan kemiskinan.


Dilihat dari segi makro berada dalam keadaan yang cukup meyakinkan. Namun dari segi mikro, pengangguran dan kemiskinan makin meningkat. Perusahaan-perusahaan besar belum memperhatikan kelompok masyarakat yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Dan juga UMR di setiap daerah masih tergolong rendah. Selain itu masih terlihat kesenjangan sosial di masyarakat.

B.     Data Ekspor/Impor dan Pengaruhnya Terhadap Ekonomi Masyarakat
Berdasarkan Badan Pusat Statistika (BPS), ekspor pada tahun 2010 mencapai angka tertinggi yaitu 153.433 miliar dollar. Relisasi ekspor tahun 2010 merupakan rekor tertinggi sekaligus melampaui target pemerintah yang hanya sebesar 150 miliar dollar.
Kementrian perdagangan menyebutkan ada tujuh komoditas yang memiliki prospek ekspor tinggi pada 2011. Tujuh komoditas tersebut adalah, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, otomotif, kelapa sawit, kertas, dan produk turunannya, kakao olahan dan biji kakao, serta kopi.
Sementara untuk impor, pada tahun 2010 mencapai 135.609 miliar dollar untuk periode Januari – Desember 2010. Kondisi ini membuat neraca perdaganggan Indonesia tahun  2010 mengalami surplus sebesar 21.824 miliar dolar.

Saya lebih memilih mengambil data tentang ekspor dan impor, karena pada tahun 2011 Indonesia pernah melakukan suatu kebijakan mengenai impor beras. Para petani Indonesia bukanlah para petani yang hidupnya sudah termasuk ekonomi yang mampu, tapi lebih kepada ekonomi yang tergolong pas-pasan Penduduk Indonesia yang kebanyak bergantung pada sector perkebunan kemudian di cengangkan dengan kebijakan ini.. Bagaimana tidak, kebijakan tersebut membuat para petani mengalami kerugian  Walaupun bulog menegaskan bahwa pengimporan beras merupakan cara pengamanan stok beras, tapi tetap saja itu dapat merugikan para petani.

Sumber :
jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/
Read More ...

Latest Stories

Pendapatan Nasional

 Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode.

Ada tiga pendekatan untuk menghitung pendapatan Negara, yaitu :
  1. Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
  2. Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
  3. Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor ( X – M )

 Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

g = tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBs = PDB riil tahun sekarang
PDBk = PDB riil tahun kemarin
 

RUMUS MENGHITUNG PENDAPATAN NASIONAL

a. Pendekatan Pendapatan

Y = R + W + I + P
Ket :
Y = pendapatan nasional
R= rent = sewa
W = wage = upah/gaji
I = interest = bunga modal
P = profit = laba

b. Pendekatan Pengeluaran

Y = C + I + G + (X - M)
Ket :
Y = Pendapatan Nasional
C = konsumsi masyarakat
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor

c. Pendekatan Produksi

Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +.....(PXQ)n
Ket:
Y = Pendapatan Nasional
P = harga
Q = kuantitas
Read More ...

Latest Stories

Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan
Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

3 Masalah Pokok Ekonomi
Berdasarkan pada keterbatasan pada sumber daya yang ada maka manusia harus memilih barang-barang mana yang perlu dihasilkan agar mendapatkan hasil kepuasan yang maksimum. Karenanya, timbullah 3 masalah-masalah pokok ekonomi berikut ini:
  1. Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan (what).
  2. Bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan (how).
  3. Untuk siapa barang dan jasa itu dihasilkan (for whom).

What
What berdasarkan dengan kebutuhan apa yang paling mendesak bagi masyarakat. Jika masyarakat menginginkan suatu barang tertentu, maka diproduksilah barang tersebut, sehingga hasil produksi bisa terserap oleh masyarakat. Misalnya: pada awal perkembangan laptop kecil (palm top), masyarakat kurang antusias terhadap produk tersebut, sehingga produk tersebut tidak terserap secara baik di masyarakat. Akan tetapi akhir-akhir ini kembali lagi muncul laptop kecil (dengan nama baru netbook), masyarakat sangat antusias dengan produk lama yang muncul kembali ini. Kemunculannya sangat tepat dengan keinginan masyarakat sekarang yang menginginkan gadget yang serba portable, ringan, nyaman, kaya fitur, akses internet dan tentu saja dengan harga yang jauh lebih murah.

How
How berkaitan dengan teknik bagaimana menghemat sumber daya untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Misalnya dengan menggantikan produksi manual dengan produksi secara mesin. Cara ini bisa mempercepat produksi, menghemat bahan mentah dan sebagainya, sehingga bisa menghemat biaya produksi dan bisa memenuhi kebutuhan lebih banyak.

For whom
For whom menyangkut siapa yang akan memakai barang hasil produksi, misalnya ada barang yang khusus untuk anak-anak, remaja, orang dewasa, kemudian barang khusus untuk kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah dan seterusnya.

Sistem Ekonomi di Indonesia 
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebaiknya menggunakan sistem ekonomi Pancasila, hal ini dikarenakan landasan idiil sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945.
Maka sistem ekonomi Indonesia yaitu:
  1. Sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya  etika dan moral keagamaan, bukan materialisme).
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi).
  3. Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi).
  4. Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak).
  5. serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran orang-seorang).
Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi prioritas sistem ekonomi Indonesia, keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan bangsa. Dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya, sistem ekonomi Pancasila
Read More ...

Latest Stories


PENDAHULUAN



Latar Belakang

              Menurut mohammad hatta (di dalam Tim UGM,1980;14) Koperasi adalah sebuah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan atas asas tolong menolong.1jika kita melihat definisi koperasi di atas maka disana kita melihat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
            
 Dalam koperasi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya bersifat universal dan merakyat maka tidaklah heran jika koperasi menjadi salah satu badan usaha yang merakyat karena memang ada unsure kekeluargaan yang melekat.https://kanal3.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif Ekonomi kerakyatan yang dimanisfestasikan melalui koperasi memiliki pijakan konstitusional yang kuat dan bergayut langsung dengan nadi kehidupan rakyat kecil.
            
 Koperasi secara objektif perlu lebih diberdayakan agar mampu menjadi motor (engine) bagi peningkatan kesejahteraan rakyat (social welfare), sekaligus menjadi perangkat yang ampuh untuk lebih memeratakan kesejahteraan selaras dengan program pengentasan kemiskinan (poverty alleviation). Sebagai bentuk manifestasi ekonomi kerakyatan, koperasi merupakan cermin yang tepat bagi pelaksanaan demokrasi ekonomi.
            
             Setelah mengetahui latar belakang makalah tersebut maka penulis sepakat memberikan judul makalah ini yaitu “Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan” Oleh karena itu melalui makalah ini penulis ingin memberikan informasi kepada pembaca khususnya agar mengetahui lebih jauh tentang koperasi yang sudah popular di telinga masyarakat kecil.

Rumusan Masalah

Dalam makalah ini penulis memberikan rumusan masalah antara lain yaitu sebagai berikut ini:
1)Apakah pengertian koperasi?
2)Apakah Perbedaan Ekonomi Rakyat dan Ekonomi Kerakyatan?
3)Apakah ciri-ciri system ekonomi kerakyatan?
4)Apakah maksud koperasi sebagai badan usaha?
5)Apakah tujuan dan sasaran system ekonomi kerakyatan?
6)Bagaimana cara membangun demokrasi ekonomi melalui koperasi?
7)Bagaimana cara membangun demokrasi ekonomi berbasis SDM?
8)Bagaimana strategi pengembangan koperasi di Indonesia?
               














Pembahasan Masalah
Koperasi adalah lembaga usaha yang dinilai cocok untuk memberdayakan rakyat kecil. Nilai-nilai koperasi juga mulia seperti keadilan, kebersamaan, kekeluargaan, dan kesejahteraan bersama.
Dalam Islam, koperasi tergolong sebagai syirkah/syarikah. Lembaga ini adalah wadah kemitraan, kerjasama, kekeluargaan, dan kebersamaan usaha yang sehat, baik, dan halal. Maka tak heran jika jejak koperasi berdasarkan prinsip syariah telah ada sejak abad III Hijriyah di Timur tengah dan Asia Tengah. Bahkan, secara teoritis telah dikemukakan oleh filosuf Islam Al-Farabi. As-Syarakhsi dalam Al-Mabsuth, sebagaimana dinukil oleh M. Nejatullah Siddiqi dalam Patnership and Profit Sharing in Islamic Law, ia meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah ikut dalam suatu kemitraan usaha semacam koperasi, diantaranya dengan Sai bin Syarik di Madinah.
Bung Hatta dalam buku Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun mengkategorikan social capital ke dalam 7 nilai sebagai spirit koperasi. Pertama, kebenaran untuk menggerakkan kepercayaan (trust). Kedua, keadilan dalam usaha bersama. Ketiga, kebaikan dan kejujuran mencapai perbaikan. Keempat, tanggung jawab dalam individualitas dan solidaritas. Kelima, paham yang sehat, cerdas, dan tegas. Keenam, kemauan menolong diri sendiri serta menggerakkan keswasembadaan dan otoaktiva. Ketujuh, kesetiaan dalam kekeluargaan.
Pemerintah dan swasta, meliputi individu maupun masyarakat, wajib mentransformasikan nilai-nilai syari’ah dalam nilai-nilai koperasi, dengan mengadopsi 7 nilai syariah dalam bisnis yaitu :
1. Shiddiq yang mencerminkan kejujuran, akurasi dan akuntabilitas.
2. Istiqamah yang mencerminkan konsistensi, komitmen dan loyalitas.
3. Tabligh yang mencerminkan transparansi, kontrol, edukatif, dan komunikatif
4. Amanah yang mencerminkan kepercayaan, integritas, reputasi, dan kredibelitas
5. Fathanah yang mencerminkan etos profesional, kompeten, kreatif, inovatif
6. Ri’ayah yang mencerminkan semangat solidaritas, empati, kepedulian, awareness
7. Mas’uliyah yang mencerminkan responsibilitas.
Usaha-usaha yang dilakukan koperasi haruslah sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Karena untuk kepentingan anggota sendiri, sudah barang tentu komoditas atau barang yang dijual mestinya barang yang berkualitas baik dan bukan palsu atau yang timbangannya tidak sesuai. Koperasi harus mampu menunjang ekonomi anggotanya, bukannya malah mematikannya.
Untuk mampu menjalankan usaha-usaha seperti yang disebutkan di atas, koperasi haruslah menjalankan mekanisme sebagai berikut :
1. Keanggotaan terbuka dan sukarela
2. Pengelolaan dilakukan secara terbuka
3. Satu orang satu suara sebagai cerminan demokrasi
4. Pembatasan bunga atas modal
5. Pembagian sisa hasil usaha (SHU) sesuai dengan kontribusi dan transaksi anggota ke koperasi
6. Pendidikan anggota dilakukan terus menerus, dan
7. Membangun jaringan antarkoperasi.
Melihat paparan di atas, rasanya sebagian besar konsep dasar koperasi sudah sejalan dengan syariah. Tinggal sedikit penajaman dan modifikasi pada beberapa aspek, sehingga koperasi memiliki jiwa syariah secara sempurna. Penyesuaian itu, misalnya, berupa landasan koperasi syariah yang harus sesuai Alquran dan Sunah dengan dijiwai semangat saling menolong (ta’aawun) dan saling menguatkan (takaaful).
Koperasi syariah semestinya menegakkan prinsip-prinsip Islam seperti:
1. Meyakini bahwa kekayaan adalah amanah Allah yang tidak dapat dumiliki siapa pun secara mutlak
2. Kebebasan muamalah diberikan kepada manusia sepanjang masih bersesuaian dengan syariah islam
3. Manusia merupakan khalifah Allah dan pemakmur bumi
4. Menjunjung tinggi keadilan dan menolak semua bentuk ribawi dan pemusatan sumber daya ekonomi pada segelintir orang.
Karena tidak mengenal bentuk ribawi, maka bunga atas modal tidak ada dalam koperasi syariah. Konsep bunga diganti dengan sistem bagi hasil. Demikian pula dalam hal kebersamaan dalam koperasi syariah bukanlah diartikan sebagai demokrasi dengan satu orang satu suara. Namun, kebersamaan harus diterjemahkan sebagai musyawarah.
Kalau dilihat dari keberadaan simpanan pokok, wajib, dan suka rela, pada dasarnya koperasi syariah dapat didirikan atas dasar prinsip syirkah mufawadhah dan syirkatul inan. Syirkah mufawadhah adalah perkongsian antara dua orang atau lebih, dengan masing-masing pihak memberikan kontribusi dana (simpanan pokok dan wajib)yang sama. Sedangkan simpanan suka rela tergantung pada masing-masing anggota. Bentuk-lain adalah syirkatul inan, yaitu perkongsian dua orang atau lebih dengan kontribusi dana dari masing-masing anggota kongsi bervariasi. Dana itu dikembangkan bersama-sama dan pembagian keuntungarmya berdasarkan kesepakatan bersama.
Satu hal yang harus disepakati bersama, misi utama koperasi adalah mengembangkan kesejahteraan anggota melalui investasi dan usaha-usaha lainnya. Maka dari itu, pinjaman anggota untuk kegiatan produktif harus diutamakan. Sedangkan pinjaman untuk kegiatan konsumtif seyogyanya sangat dibatasi.



Landasan Teori

Sesuai dengan makna yang terkandung dalam Undang – undang no. 12 tahun
1967, koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial,
beranggotakan orang – orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata
susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan azaz kekeluargaan.

Landasan koperasi Indonesia ialah :
1. Landasan Ideal, Pancasila. Anggota koperasi harus meletakan sila – sila dalam
Pancasila yang juga merupakan falsafah Negara Indonesia ke dalam sifat,
tujuan, dan aspirasinya.
2. Landasan Strukturil, UUD 1945. Berdasarkan pasal 33 ayat 1 Undang –
undang Dasar 1945 maka perekonomian koperasi harus disusun sebagai usaha
bersama berdasar atas azas kekeluargaan sehingga kemakmuran bersama atau
anggota harus diutamakan diatas kepentingan individu.
3. Landasan Mental, setia kawan dan kesadaran berpribadi. Menunjukan adanya
gotong royong dan kesadaran pribadi untuk memperkuat kemakmuran
ekonomi.
Fungsi koperasi Indonesia ialah :
1. Alat perjuangan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
2. Alat pendemokrasian ekonomi nasional.
3. Sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa Indonesia.
4. Alat untuk membina insan masyarakat untuk bersatu memperkokoh
kedudukan ekonomi bangsa Indonesia.

Badan usaha koperasi berdasarkan atas azas kekeluargaan dan azas gotong royong.
1. Azas kekeluargaan berarti, adanya kesadaran semangat bekerja sama dan
tanggung jawab bersama.
2. Azas gotong royong berarti adanya kesadaran untuk mengerjakan segala
sesuatu oleh semua untuk semua di bawah pimpinan pengurus serta pemilikan
para anggota.
Ada 4 tingkatan organisasi koperasi, yaitu:
1. Koperasi Primer, dimana jumlah anggotanya paling sedikit 20 orang.
2. Koperasi Pusat, sekurang – kurangnya 5 koperasi primer yang telah berbadan
hukum dapat membentuk koperasi pusat.
3. Gabungan Koperasi, dibutuhkan paling sedikit 3 koperasi pusat yang telah
berbadan hukum yang untuk membentuk gabungan koperasi.
4. Induk Koperasi, sekurang – kurangnya 3 gabungan koperasi yang telah
berbadan hukum untuk dapat membentuk induk koperasi.
Mengenai penjenisan koperasi didasarkan pada kebutuhan dan efisiensi
golongan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Mengenai penjenisan
perkoperasian tidak dapat dipastikan secara umum dan dalam sehari – hari dapat
dibagi secara umum dari jenisnya yaitu seperti koperasi produksi, koperasi karet,
koperasi batik, bank koperasi, koperasi asuransi, koperasi angkutan umum, koperasi
desa dan lain – lainnya.

Subyek hukum suatu koperasi ialah orang dan pengertian orang di dalam hukum
dibedakan :
1. Orang dalam arti manusia (natuurlijkspersoon), ialah untuk keanggotaan
koperasi primer.
2. Orang dalam arti badan hukum (Rechtspersoon) koperasi – koperasi, ini
berlaku untuk koperasi yang keanggotaannya terdiri dari beberapa badan
hukum seperti bank koperasi.
Keanggotaan koperasi dibuktikan dengan pencatatan dalam Buku Daftar
Anggota yang diselenggarakan oleh pengurus koperasi.

PENUTUP

 Kesimpulan

Dari pemaparan makalah diatas dapat disimpulkan bahwa ada banyak strategi yang digunakan untuk mengembangkan koperasi di Indonesia yaitu melalui dari diri sendiri untuk memajukan koperasi dan menjadikannya benar-benar soko guru perekonomian di Indonesia.disamping itu Di tengah-tengah situasi perekonomian dunia yang dikuasai oleh kekuatan kapitalisme kasino seperti saat ini, kekuatan pemerintah daerah, sumberdaya dan pasar domestik, partisipasi para pekerja, usaha-usaha pertanian rakyat, serta jaringan koperasi sejati, sangat diperlukan sebagai fondasi tahan gempa keberlanjutan perekonomian Indonesia.
Di atas fondasi ekonomi tahan gempa itulah selanjutya sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan, partisipatif, dan berkelanjutan akan diselenggarakan.Dengan melaksanakan ketujuh agenda ekonomi kerakyatan tersebut, inudah-mudahan bangsa Indonesia tidak hanya mampu keluar dari krisis, tetapi sekaligus mampu mewujudkan masyarakat yang adil-makmur sebagaimana pernah dicita-citakan oleh para Bapak Pendiri Bangsa.

Saran

Dari hasil pembahasan diatas, maka rekomendasi yang perlu dilakuakn
pemerintah adalah :
1). Kebijakan memerankan kembali koperasi dalam kehidupan masyarakat ,karena mampu
meningkatkan pengkooperasian , dan pendapatan para anggota koperasi, serta mensejahterakan anggota nya
Read More ...